Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 April 2012

Seharusnya Mereka Mendengar


Aku tau derap langkah itu
Tau berapa jaraknya denganku,
Dekat sekali
Bahkan lebih dekat seperti rektor yang memindahkan tali wisuda pada mahasiswa

Aku merintih
Perih
Darah meringis kesakitan
Kulit terkelupas
Dan aku masih dekat dengan derap langkah,
Mereka

Mereka yang kupikir tau keberadaanku
Tau bahwa air mata ini perlu ditampung dengan baju mewah mereka
Tau bahwa darah ini ingin mati saja
Tau bahwa kulit telah habis terkelupas dan ingin mencari kulit yang baru
Seharusnya mereka mendengar

Kamis, 09 Februari 2012

Dunia Hitam Putih

Saat kubuka mata, lagi
Aku kembali pada diri sendiri
Kembali pada dunia hitam putihku
Aku tak pernah menyesali jalan seperti ini
Aku menikmatinya

Dunia hitam putih, sebagian jiwa yang tumbuh dalam raga,
yang selalu tumbuh dengan semangatnya
yang tak pernah lelah mengelilingi jiwa bersama hamparan darah yang mengalir
dan yang selalu mengajarkanku bagaimana kepekaan itu
Aku selalu bergairah saat berada di dalamnya,
Tak ingin memejamkan mata sebab selalu ingin berlama-lama di sana
Walau kutahu, aku belum pandai menaklukkannya.

Hari-hari bersamanya
Hitam dan putih
selalu dan selamanya
Dunia hitam putih,
Bagian dariku
Dan aku bagian darinya

Perjalanan Rindu


Tertegun kujadinya melihat buku yang tergeletak di atas meja,
Buku itu belum terlalu tua untuk usia sepertiku,
Sebab baru setahun lalu ia lahir,

Terpikir aku untuk menghubungi kalian,
Tapi apa suara rintih ini masih terdengar?
Kemudian terpikir untuk melukis raut kalian,
Namun aku sadar, aku bukan pelukis
Lalu kulanjutkan untuk menulis surat,
Tapi apa alamat kalian masih yang kemarin?
Kulanjutkan lagi untuk duduk bersama kalian,
Tapi aku kembali sadar,
Masih ingatkah kalian dengan jalan setapak ini?

Lebih baik kuusaikan saja perjalanan rindu ini,
Dan aku tetap mengukir dunia kita.

Sabtu, 28 Januari 2012

belum waktunya

ketika aku diizinkan beranjak
mendekati kalian,
aku pikir
kita akan bercengkrama hangat
dan menikmati suasana metropolitan

walau kutahu,
jalan yang kutempuh itu
tak semanis madu
tak selembut sutra

nyatanya,
kalian tak bisa menghampiri
aku pun juga begitu
aku tahu,
bukan kalian tak mau
tapi tak bisa
aku paham,
aku tak bisa apa-apa

impianku buyar
aku merasa kosong
tanpa kalian

mungkin memang bukan sekarang
bukan
yaa memang bukan

belum waktunya

Kamis, 22 Desember 2011

Bertahanlah Sejenak

Pagi ini,
awan di luar sana indah sekali
sama indahnya
saat aku menikmati hari-hari bersamamu
dan embun ini,
sejuk mengawali hari
itupun sama
seperti engkau menyejukkan hatiku

maaf jika lisan ini
pernah membuat amarahmu 'tak terkendali
maaf jika goresan tangan ini
pernah juga membuat lara hatimu

hanya maaf yang bisa kuhaturkan padamu
walau kutahu,
seribu maafpun 'tak bisa
melebihi kasih sayangmu selama ini
pengorbananmu, perhatianmu,
dan kesetiaanmu padaku

Mama,
bertahanlah sejenak
aku ingin melihat bibirmu merekah
ketika kau menikmati hasil jerih payahmu
dalam membimbing dan menemaniku

Rabu, 16 November 2011

Yang Kupunya Hanya Sepetak

yang kupunya hanya sepetak
tanah
diantara ribuan hektar tanah
mereka
jangan usik
sebab aku tak kan menoreh

yang kupunya hanya sepetak
tanah
takkan kubiarkan keegoisan berdiri
takkan ada nurani terjepit
sebab tak cukup tempat itu

yang kupunya hanya sepetak
bukan untuk salah paham
bukan untuk perang dingin,
tangisan halus
dan bukan untuk pembantaian kata
bahkan bukan juga untuk pembelaan
bukan untuk itu
sebab sepetak ini tak cukup untuk hal seperti itu

yang kupunya hanya sepetak
tanah
kan kudirikan komunikasi canggih
bahkan lebih canggih dari media apapun
kan kutanam tumbuhan yang rindang
agar kita bisa bercengkerama
hanya itu
sebab
yang kupunya hanya sepetak

Sabtu, 12 November 2011

Senja Kali Ini

senja kali ini. aku di pinggir sungai. di sungai anak-anak
riang berenang. matahari bersinar dan begitu hangat. langit
kemerahan dan gumpalan-gumpalan awan bentuknya berbeda-beda
seperti ingin bermain denganku
aliran air begitu tenang. ingin kurangkai apa yang kuinginkan
tapi. percuma saja. air tetap saja air. bukan buku yang
bisa menampung rangkaian kata. lalu bisa diabadikan
di pinggir sungai. dan senja kali ini. matahari begitu
menghangatkan tubuhku
kemudian tenggelam begitu saja

Selamat Pagi Cinta

berlari
terus berlari
mengejar asa yang telah tertimbun
dalam tong impian

mungkin kau beranjak dari istanaku,
tapi aku tetap berlari
merangkul tahta dunia

dan ini pagi,
menyambut sinar hatiku,
Selamat pagi cinta

Rabu, 09 November 2011

tulang

penyengat bersama olak
mengawali langkah ini
kuayunkan langkah
bertemu aurduri
perantara nusantara

ilalang peneman panjang
langkah tak berhenti melangkah
hingga air tak enggan melihatnya

tiba persimpangan tiga
dua jalur mengapit
tapi tak usah ragu
tujuan langkah
tlah siap didaki

angin hulu

kawan, hampir saja aku membangun gubuk. bukan hanya untukku. tapi kami. tiap detik kami bangun bersama. kerikil-kerikil usang. debu-debu lampau. semen-semen basi. dan juga tiang-tiang sisa bangunan. aku mulai bersahabat dengan tanah di sekitar. mencoba akrab dan terbiasa. namun ia, tak mampu menaklukan tanah. tak mampu melawan angin hulu hingga ia pun terbawa, hulu pula. aku tak bisa menahannya. dan punah sudah pondasi mini yang dibangun.

Rabu, 02 November 2011

tak apa

jika malam ini tak sanggup mengatakannya
baiklah
tak apa
aku takkan mengikis senyum ini

mungkin malam enggan
untuk membongkarnya
dan
mungkin sinar mentari
akan lebih berarti

Rabu, 12 Oktober 2011

pagi ini angin bersenandung
inginku mengikuti
namun tak dapat
sebab iramanya tak kumengerti

merasakan angin yang sama
mengubah hangat sinar mentari
pagi ini menjadi kental
tak perlu dimengerti
isyarat apa yang dibawa angin
janga diikuti kemana ia pergi
tapi bagaimana kita melepasnya

010911
^^with ta^^

Kamis, 07 Juli 2011

Gerimis Senja

Gerimis lagi
Di senja ini,
Dan lagi

Aku terpuruk
Dalam istanaku sendiri

Lepas inginku
Bersama mereka
Bisa memamerkan kebahagiaan

Sedang aku
Melewati senja
Bersama gerimis
tiada henti
dan
sejadi-jadinya

Sabtu, 07 Mei 2011

masih seperti ini
berdiri
memegang pondasi
yang kau berikan dulu
dan entah dari mana kau mendapatkannya

katamu,
kau akan membangun pondok
agar kita bisa
menumpahkan segala keluh kesah
dan kita tetap bersama
namun setelah sekian lama
aku berdiri menentang
matahari,
kau tak tampak lagi
kemana arahmu hingga tak kembali?
apa kau kehilangan kompas?
atau kau tak mampu berjalan lagi
karna langkahmu sudah terlalu jauh?

sungguh
aku tak sanggup
jika harus di sini tanpamu
dan biarkan aku
pergi
tanpa harus kau tau

Senin, 18 April 2011

Tetap Melangkah

Kawan, empat puluh satu ribu sembilan ratus empat puluh lamanya
kita melangkahkan kaki bersama
gula dan garam kita cicipi dengan lidah masing-masing

terkadang kaki kita tak sejalan
tangan tak sama
nyanyian dengan vibra yang berbeda
membuat kita tertawa pada akhirnya

kini,
tetap saja kita melangkah
terus melangkah
menuju dunia kebersamaan

Masih Ada Ruang, Ibu

Ibu,
sejak aku melihat garis khatulistiwa
kau buatkan pondok untukku
kau bangun dengan pondasi kasih
berdindingkan kehangatan dengan atap kesejukan
dan kau hiasi dengan taman kerinduan

ketika hanya jangkrik yang bernyanyi
kau dekap aku
"Nak, kelak nanti kau akan menemukan dan merasakan ruang elok buatmu"
bukan hanya aku tapi juga kau ibu
masih ada ruang untukmu
tuk kau rebahkan kelelahanmu

kini, biarkan aku
bermain dengan sahabat-sahabatmu
dan biarkan aku
memberikan warna pada pondok ini

dan kubiarkan kau
merasakan dunia yang pernah kau ajarkan padaku
dunia yang katamu pasti akan kudapatkan
dan membuat hidupku lebih bermakna

Rabu, 06 April 2011

Tayangan Kecil Negriku

konstitusi dilelang
angso duo ramai
sepanjang kota baru-arizona
berlari menentang jarum jam

sedang telanai
sibuk melahirkan cendekiawan
‘tuk bertemu leninisme

Gerimis Lagi

aku diterpa gerimis ini lagi
gerimis yang tak mampu
mengeringkan intan yang pernah kau buat untukku
gerimis yang terus membasahi perban putihku

gerimis yang selalu saja datang

Rabu, 30 Maret 2011

Miniatur Denahku

Kemarin,
menyusuri aur duri
Hari ini,
mengikuti batang hari
Esok,
ingin mengelilingi pasar Jambi
mengulang permainan dulu