Selasa, 14 Januari 2014

indahnya ka ranah minang

awal tahun ini alhamdulillah bisa menginjakkan kaki ke ranah minang.
sebenernya gak ada rencana, lebih tepatnya dadakan.
jadi gini ceritanya, adik saya yang berusia 14 tahun ingin ke Batu Sangkar seorang diri tetapi sebagai kakak yang sayang pada adiknya, tidak tega membiarkan adiknya pergi seorang diri ^^
Jumat (3/1/14) malam saya memutuskan bahwa esok hari saya akan menemani adik saya ke ranah minang. Ini benar benar keputusan berat (seberat apa aja deh).
Keberangkatan pun terjadi. Saya berencana hanya mengantar saja dan Selasa udah balik lagi ke Jambi karena kerjaan menunggu *cieee berasa sibuk aje*
okeh sampailah di Sangka sekitar jam setengah sepuluh malam. Dan istirahat pilihan terbaik.
Tidak banyak berubah. Terakhir kali saya ke Sangka itu Idul Adha tahun 2012 lalu. Dan ini kedua kalinya kedatangan saya sejak nenek tiada. Sedih itu pasti karena ketiadaan nenek terasa aneh jika berada di Sangka. Tapi apalah daya. Ini pilihan terbaik Allah. Semoga nenek tenang di sisi-Nya.
Hari kedua mengunjungi rumah etek Vera, adik bungsu ibu, di daerah Pagaruyung. Menuju rumah etek Vera melewati Istano Pagaruyung. Entah berapa kali saya sudah melewati Istano Pagaruyung tapi belum pernah saya mampir ke sana. Ini seriusan loh. Syedih amat yak. But it's ok. Suatu waktu bisa kali ke sana. Amin.
Ini hari kedua itu artinya hari Senin dan itu artinya besok kembali ke Jambi.
Setelah seharian di rumah etek Vera mengubah kepulangan saya. *tepok jidat* kenapa bisa? yaa bisa dongg. Pasangan yang mau nikah aja bisa gak jadi nikah *lho kenapa ngebahas ini?* #tepokJidat
*okeh kembali ke topik*
Berhubung Kamis baru balik ke Jambi. Jadi saya menikmati Balai Baa di hari Baa. Kalo urang minang lai tau arti kalimat itu hihi.
tapi Indonesia itu kan berbagai suku ya jadi gak semua ngerti bahaso minang.
nah kalimat ntuh artinya "Pasar Rabu di hari Rabu".
Di Sungai Tarab memang ada pasar hanya buka satu kali dalam seminggu, Pasar Rabu. Di sana berbagai macam yang dijual: bahan makanan, makanan ringan khas ranah minang, peralatan sekolah, barang pecah-belah, dan masih banyak lagi.
Rabu malam disibukkan dengan acara pertemuan dua keluarga karena adik sepupu saya akan melaksanakan pernikahan. Insya allah akhir Februari akan diselenggarakan.
Dan tinggal saya seorang diri yang belum menikah karena sepupu yang "gede" udah pada nikah. tapi gpp. Menurut saya, tiap orang itu punya rel masing-masing.
Hal ini membuat saya flashback. Dulu saya ingin sekali menjadi penyiar dan alhamdulillah diberi jalan pertengahan tahun 2012 saya diterima sebagai penyiar DIRA FM. Lalu saya ada niat setelah kukerta ingin mengajar di sebuah bimbel. Dan a saya pun kembali diberi jalan oleh-Nya, alhamdulillah saya diterima sebagai pengajar Nurul Fikri Jambi. Saya menyadari bahwa apa pun yang kita inginkan --selama itu baik-- insya allah akan diberi jalan dan kemudahan oleh-Nya. Tentunya semua itu membutuhkan proses.
Begitu juga dengan menikah. Jika memang ada niat, walaupun belum ada calon, insya allah akan dipertemukan dengan pasangan hidup oleh-Nya.
okeh Kamis pun tiba. Saya kembali ke Jambi. Kembali dengan kegiatan.
Oh iya, selama di ranah minang, hati saya tak menentu. Berhubung pergi mendadak jadi saya meninggalkan jadwal siaran tanpa pengganti, alhasil selama di ranah minang berusaha mencari pengganti. Alhamdulillah ada yang bersedia menggantikan tapi ada juga yang tidak bisa. Namanya juga manusia, pasti punya kegiatan masing-masing. Saya memakluminya.
Walaupun tidak terlalu lama di ranah minang, itu sudah cukup bagi saya karena udara di sana sudah membuat saya nyaman, terlebih lagi pemandangannya.
Jika masih ada umur panjang, ingin menjelajahi ranah minang lebih luas.

Selasa, 31 Desember 2013

#Kilas2013


Berbicara 2013, bagi saya sangat beragam karena terjadi berbagai hal yang memberikan banyak pengalaman. Awal 2013 saya berjuang untuk bisa mengerjakan proposal skripsi tapi sebelum mengerjakannya tentu harus diterima dulu judulnya. Nah saya pun mengajukan judul ke ketua prodi, pak Rustam. Namun beliau kurang menyukai judul yang saya ajukan. Sedih itu pasti ketika ditolak. Saya sempat mengurung diri untuk tidak ke kampus. Kemudian saya berpikir, setiap kesuksesan tidak ada yang mudah dan kegagalan itu keberhasilan yang tertunda.
Selain sibuk mengajukan judul, saya sibuk siaran di radio. Alhamdulillah sampai sekarang masih bertahan di radio tersebut. Sampai pada akhirnya saya harus mengikuti KUKERTA (kuliah kerja nyata) di desa Pelawan, Sarolangun. Kukerta dari April sampai Juni. Kurang lebih selama dua bulan menjalani kukerta rasanya gado-gado. Mendapat teman baru dari berbagai fakultas. Beradaptasi di lingkungan baru. Segala hal yang berhubungan dengan kukerta, hal yang tak akan terlupakan.
Pulang dari kukerta sibuk dengan laporan dan ujian kukerta. Ketika itu, saya melihat brosur yang tertempel di dinding Bapel bahwa ada sebuah bimbel yang sedang membuka lowongan pekerjaan sebagai pengajar. Berhubung saya memang ada niat untuk menjadi pengajar bimbel, lalu saya memasukkan bahan ke bimbel tersebut. Tahap demi tahap saya jalani dan alhamdulillah diterima sebagai pengajar di Nurul Fikri Jambi.
Dua bulan ditinggal, ada sedikit perubahan di radio. Penambahan penyiar: kak Juna, Juli, Fidy, Fitri, dan kak Vaiz. Makin rame makin seru.
Saya pun masih berjuang agar judul saya diterima. Ketua prodi pun berganti. Akhir November judul saya diterima oleh pak Albertus selaku ketua prodi baru di Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia UNJA. Rasanya sungguh bahagia sekali. Ini awal perjuangan, menurut saya. Judul sudah diterima. Saya harus melanjutkan perjuangan dengan beberapa tahap agar mencapai wisuda.
Tertanggal 20 Desember 2013, saya menjadi saksi hidup seminar Dzil, teman dekat saya. Saya berusaha membantu semampu saya dari persiapan sampai selesai seminar. Alhamdulillah lancar seminarnya. Semoga saya bisa menyusul sesegera mungkin.
Baru beberapa hari yang lalu, saya mengikuti raker NF di Palembang. Alhamdulillah berjalan lancar dan saya mendapat berbagai pelajaran selama raker tersebut.
Oh iya, saya sempat bertemu dengan Ratih di Palembang. Saya mengenal Ratih karena Safran. Senang bisa bertemu Ratih. Namun saya belum bertemu Safran. Aneh ya? Yaa begitulah nyatanya. Walaupun saya mengenal Safran lebih dulu tapi saya sendiri belum bertemu dengan dia. Mudah-mudahan lain hari bisa berkumpul bersama Safran dan Ratih. Pasti seru dan menyenangkan.
Sepulang dari raker pun saya belum bimbingan proposal skripsi. Entahlah. Rasa malas masih menghinggapi. Semangatnya masih ilang timbul ilang timbul.
Beberapa jam lagi akan menyambut tahun baru. Harapan tahun ini ada yang belum terwujud. Namun di tahun ini ada beberapa hal yang tidak disangka bisa terwujud.
Semoga tahun depan bisa mempertahankan pekerjaan yang ada: nyeloteh di Dian Irama FM dan berbagi ilmu di Nurul Fikri Jambi. Yang paling penting, tahun depan bisa bimbingan, seminar, penelitian, siding, dan wisuda. Dan semangat akan terus membara di sini, hati.Amin.
2013, terima kasih telah menjadi teman yang baik dalam suka maupun duka. Walau terkadang kamu memberikan tetes air mata, tetapi saya yakin itu akan membuat saya semakin dewasa. Maaf kalau terkadang saya merasa kau tidak adil pada saya dan saya juga terkadang berpikiran buruk tentangmu. Namanya juga manusia, ada khilafnya ^^
Hai, 2014. Sebentar lagi kau akan menemaniku sepanjang tahun. Kau bisa jadi temen yang baik juga ‘kan? Kutunggu kehadiran dan kejutanmu
^-^

Raker Perdana

Yes, sesuai judul posting ini. Saya pertama kali mengikuti raker di Palembang. *raker apaan? Kok nyasar ke Palembang?
#tepokJidat
Sudah lama tak banyak cerita di sini, sampai sampai pekerjaan baru pun belum saya ceritakan.
Alhamdulillah, tak disangka pertengahan tahun kemarin, saya diberi kesempatan untuk mengajar di bimbel Nurul Fikri Jambi. Di Jambi, Nurul Fikri masih terhitung baru karena baru ada pertengahan tahun ini. Nurul Fikri Jambi terletak di daerah Simpang Mangga, Pasar Jambi.
Kenapa saya bisa mengajar di sana?
*begini ceritanya*
Ketika sibuk menyelesaikan laporan KKN dan ujian KKN di Bapel kampus, saya melihat brosur tertempel di dinding Bapel. Saya amati dengan seksama. Ternyata brosur tersebut tentang keberadaan NF (Nurul Fikri) di Jambi yang sedang mencari pengajar. Nah berhubung saya memang ada niat mau mencari pekerjaan sebagai pengajar di bimbel, saya mencoba untuk melamar pekerjaan di NF.
Setelah memasukkan bahan ke NF, beberapa hari kemudian dihubungi oleh pihak NF untuk mengikuti tes tertulis. Sudah dua minggu berlalu semenjak tes tertulis tetapi saya tidak dihubungi lagi oleh pihak NF. Saya tidak diterima, piker saya. Namun setelah Idul Fitri, saya dihubungi oleh pihak NF untuk mengikuti microteaching. Dengan kata lain, masih ada kesempatan untuk saya tetapi kenapa jangka waktunya terlalu lama ya setelah tes tertulis itu? Ah sudahlah. Yang penting, saya harus menampilkan sebaik mungkin.
Microteaching berlangsung kurang lebih 60 menit. Saya diberikan waktu untuk mengajar. Setelah mengajar, ada sesi tanya jawab. Enam puluh menit berlalu, microteaching berakhir. Benar-benar bisa bernafas setelah microteaching selesai karena saya merasa banyak kekurangan ketika microteaching berlangsung. Optimis itu pasti tetapi jika mengingat microteaching itu, saya merasa gimana gitu. Saya pasrahkan sama Allah untuk hasilnya.
Ketika di rumah, saya menerima panggilan. Dan itu dari pihak NF. Saya diterima sebagai pengajar NF Jambi. Alhamdulillah. *sujud syukur*
Ada rasa tidak percaya tetapi ini nyata. Keinginan mengajar di bimbel telah tercapai. Saya harus mensyukuri ini dan tidak boleh menyia-nyiakan ini dengan memberikan apa yang terbaik dari saya.
*baiklah kembali ke topik awal*
Setelah satu semester berlangsung, memang ada aturan bahwa ada raker (rapat kerja) di masing-masing cabang. Nah berhubung di Jambi masih “hangat”, untuk raker bergabung dengan cabang di Palembang.
Kamis, 26 Desember 2013. Saya dan teman-teman pengajar di Jambi berangkat sekitar jam 10.00 WIB dengan mobil travel. Sebenarnya pengajar di Jambi ada lima orang tetapi ada satu orang pengajar yang tidak bisa berangkat karena ada hal yang sangat penting. Jadi ada empat orang pengajar yang berangkat.
Sekitar jam lima sore, kami sudah sampai di Wisma Sriwijaya, Palembang. Wismanya di daerah Bukit, lebih tepatnya di depan NF Bukit Besar, Palembang. Kami langsung menempati kamar masing-masing. Saya sekamar dengan kak Deis. Dan kamar depan, pak Mul dengan pak Tukirat.
Keesokan hari, sekitar jam setengah sebelas kami sudah siap untuk mengikuti raker. Tidak sesuai rencana yang awalnya jam sebelas tetapi karena tentor dari Jakarta tiba di bandara sekitar jam setengah dua belas. Jadi acara dimulai selesai Jumatan.
Sekitar jam setengah dua, kami ke NF Bukit. Acara raker itu sendiri dibagi dua tempat: NF Bukit dan NF Sudirman. Saya, pak Mul, dan pak Tukirat ditempatkan di NF Sudirman.
Sesampai di NF Sudirman, kami disambut dengan hangat. Raker pun dimulai. Raker itu sesuai dengan bidang studi masing-masing. Bidang studi Bahasa Indonesia di lantai dua, jadi saya yaa di sana..
Untuk bidang studi bahasa Indonesia, ada lima orang: tiga dari Palembang (kak Hani, pak Herman, dan pak Helmi) dan satu tentor dari Jakarta (pak Insan), dan satu dari jambi (tentunya saya). Sebenarnya dari Palembang bukan tiga orang melainkan lebih dari itu, tetapi karena ada sesuatu hal jadi gak dateng raker. Berhubung ini pertama bagi saya, saya memperhatikan raker dan berusaha melebur bersama mereka. Sekitar jam setengah enam sore selesai. Lalu kembali ke wisma. Dan menikmati malam bersama ribuan pertanyaan.
Keesokan hari raker di NF Bukit. Dimulai sekitar jam setengah delapan pagi. Hari itu sudah mulai nyaman dengan raker. Sekitar jam dua belas siang waktunya istirahat. Sekitar jam setengah satu kurang, saya sudah dijemput sama Ratih.
*What? Siapa itu Ratih?
Ratih itu teman dari temannya saya, Safran. Dia tinggal di Palembang. Jadi saya memanfaatkan waktu yang ada untuk bertemu dengannya.
Saya dan Ratih menikmati siang di daerah Kambang Iwak. Bercerita banyak. Dan Ratih tidak percaya kalau saya belum bertemu dengan Safran. Yap, bener itu. Lalu kenapa saya kenal Safran?
Gini loh pemirsa. Waktu SMA dulu saya pernah ikut lomba tingkat nasional di Jakarta yang diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia. Nah perkenalan saya dengan Safran bukan di Jakarta melainkan setelah acara di Jakarta. Saya lupa yang mulai menghubungi siapa, intinya dari buku kenangan itu saya dan Safran mulai berkomunikasi. Nah Safran mengenalkan saya dengan Ratih karena Ratih juga suka menulis, seperti saya. Dari situlah perkenalan saya dengan Ratih.
Anehnya, saya mengenal Ratih karena Safran tapi saya sendiri belum bertemu dengan Safran. Ini rencana Tuhan, menurut saya. Saya dan Ratih benar-benar tidak bisa menahan tawa jika mengingat pertemuan ini. Pertemuan kami tidak terlalu lama, kurang lebih setengah jam karena saya harus kembali ke NF Bukit untuk raker. Oh iya, waktu ngobrol sama Ratih, kami bertemu dengan teman Ratih. Malvin namanya. Dia jadi potograper dadakan bagi kami.
Saatnya kembali raker. Ratih mengantar saya ke NF Bukit.
Sekitar jam lima sore, raker selesai. Kembali ke wisma dan merehatkan badan.
Hari terakhir di Palembang. Raker dimulai sekitar jam setengah sembilan. Tidak terlalu lama karena jam 12 sudah selesai. Oh iya kami sudah check out dari wisma sejak pagi. Setelah makan siang, kami diantar ke NF Sudirman karena nanti sore kami dijemput oleh travel di sana. Sekitar jam setengah dua sampai di NF Sudirman. Masih ada waktu jadi saya menyempatkan diri untuk membeli sedikit oleh-oleh yang bisa dibawa ke Jambi. Alhamdulillah saya ditemani kak Hani. Saya dan kak Hani ke PS (Palembang Square). Menikmati kebersamaan sama kak Hani di PS sambil memilah apa saja yang dibawa ke Jambi. Sekitar jam tiga sampailah kami di NF Sudirman. Kak Hani pun langsung pamit pulang.
Menurut perkiraan, kami akan dijemput sekitar jam tiga tapi sudah setengah empat belum dijemput juga. Akhirnya setengah lima kurang travel dateng jugak.
Sampai jumpa, Palembang. Terima kasih sajiannya walaupun saya belum menikmati berbagi sudutmu.
Terima kasih untuk NF Palembang yang telah menyambut kami dengan hangat. Senang bisa mengenal para pengajar di sana.

Banyak pelajaran yang saya dapat selama raker. Mendapat pencerahan mengenai materi Bahasa Indonesia dari pak Insan.Saya berasa kuliah dengan pak Insan :)) Begitu juga dari kak Hani, pak Herman, dan pak Helmi selama raker berbagi pengetahuan sehingga kami lebih mengerti.
Semoga kita bisa bertemu. Insya Allah

Selasa, 19 November 2013

a new life


Kenapa gunain “a new life”?
bukan ingin menyombongkan diri, saya aja gak pinter pinter sangat urusan english..
Yaa memang itu yang pantas untuk mendeskripsikan masa KKN yang telah saya lalui selama dua bulan. Sebenernya udah lama banget masa-masa itu –pertengahan April sampai pertengahan Juni taun ini–
Dan saru baru nge-post sekarang #gubrak
Lama kan?
*silahkan itung sendiri berapa lama*

Minggu, 17 November 2013

setelah sekian lama

setelah sekian lama tak menginjakkan kaki di sini, rumah kedua yang selalu memberikan kehangatan
maaf jika saya tak pernah lagi bersenda gurau,
bukan
bukan saya lupa
bukan tak mengingat
dan bukan pula jadwal padat yang menyelimuti
tapi karna saya yang terlalu
keterlaluan menelantarkan rumah ini

ah sudahlah tak perlu terlalu berlebihan
intinya mulai sekarang berusaha untuk lebih giat lagi mengisi perabotan di rumah ini
setidaknya tiga kali seminggu ato dua kali seminggu ato sekali seminggu aja
karna melalui tulisan maka sejarah itu ada
bagi saya

terlebih lagi masa KKN (kuliah kerja nyata) yang pernah saya lalui bersama teman teman yang super
insya allah akan saya posting di sini
rasanya rugi banget kalo nge-post tentang itu
selain itu juga kegiatan saya sekarang udah bertambah karna udah bulan ini mulai mengajar di sebuah bimbel..
well, selagi masih muda gak ada salahnya untuk mencari banyak pengalaman
^^