Sabtu, 09 Maret 2013

koridor


setiap yang terasa dan teraba –bahkan imajinasi- selalu kuukir di koridor ini.
Bukan bermaksud memenuhi koridor sehingga terlihat kotor dan mengganggu kalian, tapi aku hanya ingin koridor ini menjadi sejarah dan akan terlihat jika ingin dilihat –bisa jadi diamati-.
Secara detail kuurai di sepanjang koridor, apapun itu.
Setiap kisah –yang terukir- punya kunci masing masing sehingga akan mudah untuk membuat denah langkahku.
Kenapa harus memiliki kunci masing masing? Sebab jika dipadukan akan berbaur dan sulit memilah kisah mana saja yang (telah) terukir. Setidaknya dengan adanya kunci, maka akan ada keistimewaan tersendiri pada tiap kisahnya.
Ada satu kisah yang saat ini sempat membuat “menganga”. Kunci untuk kisah itu telah saya buat sedemikian rupa sehingga sulit diterka –menurut saya-
Kisah ini mengenai “masakan” yang telah lama kuracik bahkan bisa saja disantap. Namun santapan ini bukan sembarang tempat dan waktu, bahkan ruang.
Terakhir mengukir kisah itu beberapa bulan yang lalu. Dan apa yang membuat “menganga”?
 Kunci untuk kisah itu entah kenapa digunakan oleh dia –yang sebenarnya termasuk bagian dari kisah itu-, walaupun memang sedikit –benar benar sedikit- berbeda tapi tetap saja ini membuat menganga.
Seperti tidak ada orang lain lagi dan seperti tidak ada kunci yang lain sehingga harus menggunakan kunci yang sama.
Tolonglah, kenapa seperti ini.
Malam, jika kau bisa menjawab segala tanyaku, kenapa harus bertanya padanya? Namun jika jawaban itu kau serahkan padanya, lebih baik cukup menyimpan pertanyaannya saja. Cukup bagiku.
Jika memang ada rahasia, jangan biarkan terlalu lama disembunyikan, nanti malah tak sedap lagi.
Tapi.
Atau bisa saja, dia memang memiliki kunci itu untuk kisah lain yang tanpa melibatkanku? Ya bisa saja, siapa yang tahu
Ah sudahlah!
Aku bisa apa

Kamis, 07 Februari 2013

Pergi bukan meninggalkan


Pergi bukan berarti meninggalkan. Langkah kaki yang semakin jauh bukan berarti hanya meninggalkan jejak lalu terhapus oleh debu, justru dengan jejak itulah bisa menjadi kompas untuk kembali.
***
Juni telah usai. Telah berlalu dengan kenangan, entah itu kenangan atau hanya sekadar angin lalu yang tidak terasa kelembutannya. Telah berakhir dengan segala putusan, yang entah dimana letaknya. Namun apakah penderitaan telah berujung? Tidak!

Selasa, 05 Februari 2013

Telatkah?


Okee Februari udah dateng
Selamat datang!
Tak terasa udah memasuki bulan kedua aja
Dan saya masih di sini, belum bergerak
Oh My God! Tolong beri petunjuk biar cepat bergerak seperti yang lain
Sebab saya ingin seperti mereka, yang telah beranjak ke tangga yang lain
Yap semoga saja Februari akan menjadi tempat yang terbaik dan terkenang #Amin

Well hari ini tuh kan udah tanggal lima
Telat gag sih ngucapin selamat datang?
Yap telat gag telat sih kayaknya gag dehh
Ahaha
*sssstttt gag boleh komen :)

Kamis, 31 Januari 2013

Kamis Penghujung Bulan

Kamis, gimana kabarmu menyambut Februari?
apa kamu sedih? sedih karena tidak bisa menemani Januari, sedih karena selama Januari ini tidak berbuat apa-apa, sedih karena tidak ada yang bisa dibanggakan selama Januari ini, sedih karena target tidak tercapai.
atau kamu malah bersorak sorai menyambut Februari?
gembira karena kamu akan bertemu Februari, gembira karena akan ada kejutan yang ingin dilakukan

yap bagaimanapun yang kamu rasakan semoga saja yang terbaik untukmu
karena apa? karena aku sendiri pun tidak tahu harus bersorak sorai menyambut Februari
atau harus berderai air mata
ahh entahlah
bukan aku pesimis
tapi

terima kasih kamis
telah mengantarku sampai di penghujung bulan
semoga kita bertemu kembali

Sabtu, 26 Januari 2013

lieb mich noch einmal

halooooo wie geht's? (apa kabar?) :)
hehe maap yak *bukan memongahkan diri
entah kenapa akhir akhir ini saya lagi rindu dengan salah satu bahasa yang pernah dipelajari ketika putih abu-abu #Deutsch #Germany #Jerman
yap, waktu putih abu abu -tepatnya kelas dua dan tiga- saya mempelajari bahasa #Jerman di sekolah.
karena apa? karena jurusan saya #BAHASA, jadi salah satu keunggulan jurusan itu, mempelajari bahasa #Jerman
I love it *_^
dan hari ini saya merindukan ituu -belajar bersama, menulis bersama, latihan bersama, dan menyanyi bersama-
hayoooo pada bingung kan kenapa menyanyi bersama?
yaahhh waktu kelas tiga kan ada les tambahan gitu dari sekolah, nah saat itulah frau (bahasa Indonesia: guru) mendengarkan beberapa lagu #Jerman (entah itu waktu les atau gag yaa hehe saya lupa)
tapi dari beberapa lagu itu hanya ada satu lagu yang saya tulis lirik lagunya
sumpah demi apa, ntuh lagu keren nian
"Lieb Mich Noch Einmal" (Sayangi Aku Sekali Lagi) -setau saya sihh itu artinyaa-
nahh maka dari itu, berhubung lagi rindu dengan lagu itu -dan bisa aja mengenang masa putih abu abu-, saya cari dehh di mbah google,
ada satu lagu yang saya dapet, judulnya "Vergiss Mich Wenn Du Kannst" (Lupakan Aku Jika Kamu Bisa), lagu ini juga keren kok
mau dengerin? yaudah ke sini ajaa :)
tapi ehh tapi ehh tapi "Lieb Mich Noch Einmal" susah amat ngedapetinnyaa
sekalinyaa dapet ehhh bukan ntuh lagu yang saya cari *ohh so sad :(
tapi tenang aja, gag mudah menyerah donggg
dan sekarang masih dalam tahap pencarian *ciyeee kayak nyari pangeran ajeee hihi
#selamatMencariPut
:)